Pancasila Dasar Negara sebagai Dasar Negara


 Pernahkah Anda melihat seseorang yang sedang membangun rumah? Apa yang pertama kali dilakukan untuk membangun sebuah rumah? Ya, tentu saja pertama yang dilakukan adalah membuat pondasi atau dasar rumah sehingga rumah akan kuat dan kokoh berdiri sehingga nyaman untuk digunakan sebagai tempat berteduh bagi anggota keluarganya. Kemudian tiang dan dinding rumah pasti akan mengikuti bentuk pondasi yang telah dibuat. 

Bagaimana dengan sebuah negara? Negara adalah seperti sebuah rumah. Negara akan kokoh jika pondasi atau dasar negara yang telah ditetapkan dan dirumuskan oleh pendiri negara dipahami dan diikuti oleh semua warga negara. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi menjadi dasar untuk mengatur kehidupan di negara Indonesia. 

Nah sekarang kita sudah tahu bahwa dasar negera Indonesia adalah Pancasila. Lalu apa arti dari Pancasila? Berdasarkan asal katanya, Pancasila terdiri atas dua suku kata, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima dan sila artinya dasar. Jadi Pancasila adalah lima dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bunyi kelima sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Simbol pada Gambar Pancasila di Burung Garuda

Garuda Pancasila mempunyai perisai yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan. Di dalam perisai terdapat garis hitam tebal yang melambangkan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis khatulistiwa. Garuda digunakan sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat. Warna kuning keemasan pada burung garuda melambangkan keagungan.


Jumlah paruh, sayap, ekor, dan cakar mewujudkan lambang tenaga pembangunan. sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 melambangkan tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Kaki Garuda mencengkeram pita yang di dalamnya terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada bagian dada dimana terdapat perisai yang didalamnya terdapat lima simbol gambar. Kelima lima gambar di dalamnya yaitu gambar bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi kapas. Masing-masing simbol gambar tersebut tentu memiliki makna. 
Untuk mengetahui hal tersebut, mari kita pelajari uraian di bawah ini:
  1. Simbol gambar bintang, Simbol gambar bintang berwarna kuning yang bersudut lima dengan latar belakang warna hitam terletak di bagian tengah perisai dijadikan sebagai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini mengandung maksud bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius yaitu bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Simbol gambar bintang dijadikan sebagai lambang sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Simbol gambar rantai, Gambar rantai dengan latar belakang warna merah dijadikan sebagai dasar Kemanusiaan yang Adil dan beradab. Simbol gambar rantai ini dijadikan sebagai lambang sila kedua dari Pancasila. Rantai yang berjumlah 17 dan saling sambung menyambung tidak terputus, ini melambangkan generasi penerus yang turun temurun. 
  3. Simbol gambar pohon beringin, Simbol gambar pohon beringin terletak di bagian atas sebelah kiri gambar bintang dijadikan sebagai dasar Persatuan Indonesia. Simbol gambar pohon beringin ini dijadikan sebagai lambang untuk sila ketiga Pancasila. Pohon beringin melambangkan sebagai tempat berteduh atau berlindung.
  4. Simbol gambar kepala banteng, Simbol gambar kepala banteng terletak di sebelah atas gambar bintang. Gambar Kepala Banteng dijadikan seba gai dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan. Kepala banteng diartikan sebagai tenaga rakyat dijadikan sebagai lambang sila keempat Pancasila.
  5. Simbol gambar padi dan kapas, Simbol gambar padi dan kapas melambangkan ke makmuran dan kesejahteraan. Simbol gambar padi dan kapan dijadikan sebagai dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbol gambar padi dan kapas ini terletak di sebelah kanan bawah dari gambar bintang dan dijadikan sebagai lambang sila kelima Pancasila.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila Pancasila 

Sila-sila dalam Pancasila tidak bisa dipisah-pisahkan antara sila yang satu dengan yang lainnya. Sila-sila Pancasila adalah satu kesatuan, bulat, dan utuh. Nilai-nilai apa saja yang terdapat pada masing-masing sila dalam Pancasila? Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan uraian di bawah ini:

Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat dalam sila-sila Pancasila bersumber pada kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila yang terdiri dari lima sila antara sila yang satu dengan yang lainnya saling terkait dan saling berhubungan. Tahukah saudara nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam sila-sila Pancasila? Mengapa kita harus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila?

1. Nilai yang Terkandung dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa ada lah bangsa Indo nesia menyatakan ke percayaan dan ke takw aan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indo nesia adalah bangsa yang religius, artinya bangsa yang meyakini adanya Tuhan, percaya dan taqwa ter hadap Tuhan Yang Maha Esa. 

Negara melindungi kemerdekaan tiap-tiap penduduk Indonesia untuk memeluk agamanya masing-masing serta untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya. Negara memberikan kebebasan kepada pemeluk agama sesuai dengan keyakinannya, tidak ada paksaan, dan antar penganut agama yang berbeda harus saling hormat menghormati dan bekerjasama. (Ari Tri Soegito dkk., 2016:88). Pengamalan nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilakukan antara lain dengan sikap: percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, hormat menghormati, hidup rukun dan berkerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, serta tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain. 

2. Nilai yang Terkandung dalam Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 

Nilai yang terkandung dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah bangsa Indonesia sadar bahwa manusia memliliki martabat dan derajat yang sama sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa. Dengan sesama manusia perlu dikembangkan sikap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. 

Pengamalan nilai sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dapat dilakukan antara lain dengan sikap; saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa, gemar menolong orang lain, hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Nilai yang Terkandung dalam Sila Persatuan Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila persatuan Indonesia adalah usaha ke arah bersatu untuk membina nasionalisme dalam negara Indonesia. Nasionalisme adalah sikap cinta tanah air. Cinta tanah air berarti menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. 

Keberagaman bangsa Indonesia dijadikan sebagai pendorong menuju arah bersatu sesuai dengan semboyan bhinneka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 

Pengamalan dari nilai sila Persatuan Indonesia dapat dilakukan antara lain dengan sikap: rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara serta cinta dan bangga kepada tanah air. 

4.Nilai yang terkandung dalam Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan

dalam Permusyawaratan/Perwakilan Nilai yang terkandung dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ Perwakilan adalah dalam sistem pemerintahan di Indonesia di mana kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Rakyat dalam melaksanakan kekuasaannya dilakukan melalui badan-badan tertentu/wakil-wakilnya yang dipilih melalui pemilihan umum. Setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama sehingga tidak boleh memaksakan kehendak kepada yang lainnya. 

Pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama dilakukan dengan jalan musyaarah untuk mufakat yang diliputi semangat kekeluargaan. Pengamalan dari nilai sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dapat dilakukan antara lain dengan sikap: tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, melaksanakan musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama, menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah,serta menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan tanggung jawab. 

5. Nilai yang Terkandung dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah
bangsa Indonesia menyadari bahwa manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang
sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam 
rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan. 

Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam wujud pengamalannya adalah setiap warga negara harus mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan, keserasian, keselarasan, antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

Hubungan Sila-sila Pancasila yang Satu dengan yang Lainnya 

Sila Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Memisahkan satu sila berarti menghilangkan arti dari Pancasila. Urutan sila Pancasila dari sila kesatu sampai dengan kelima adalah bersifat runtut dan tidak saling bertentangan. 

Urutan kelima sila Pancasila yang mempunyai hubungan mengikat satu dengan yang lainnya, sehingga Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Keutuhan dan kebulatan sila Pancasila dapat dilihat di bawah ini: 
  1. Ketuhanan Yang maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan sosial. 
  2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang ber-Ketuhanan, berpersatuan, ber kerakyatan dan berkeadilan sosial. 
  3. Persatuan Indonesia adalah persatuan yang ber-Ketuhanan, berkemanusiaan, berkerakyatan dan berkeadilan sosial. 
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan adalah kerakyatan yang ber-Ketuhanan berkemanusiaan, berpersatuan, dan berkeadilan sosial. 
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan yang ber-Ketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, dan berkerakyatan

Sikap yang Berhubungan dengan Sila-sila Pancasila 

Pancasila sebagai dasar negara artinya Pancasila dijadikan dasar atau pedoman mengatur kehidupan di Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, harus melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila baik dalam kehidupan di rumah, sanggar belajar, masyarakat, maupun bernegara. Sikap yang merupakan pengamalan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut: 

1. Contoh sikap mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Menghormati teman, tetangga, maupun saudara yang berbeda agama dan kepercayaan masing-agama. saat melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing masing. Bersikap ramah, sopan dan santun terhadap tetangga, teman, atau saudara yang berbeda agama dan kepercayaan. 

Membantu tetangga, teman, sahabat atau keluarga dalam menyiapkan penyelenggaraan kegiatan keagamaan ketika merayakan hari besar agama  Membantu ketika diminta tetangga, teman, sahabat atau saudara dalam menyiapkan penyelenggaraan kegiatan keagamaan ketika merayakan hari besar agama.

2. Contoh sikap mengamalkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. 

Tidak membeda-bedakan teman, tetangga, dan saudara serta orang lain antara yang kaya dan yang miskin dalam pergaulan sehari-hari. Menghormati saudara, tetangga, dan orang lain yang lebih tua dari kita. 

Berbicara dengan teman, tetangga, saudara, serta orang lain secara sopan santun. Menjenguk teman, tetangga, dan saudara yang sakit tanpa membedakan yang kaya dan yang miskin.

3. Contoh sikap mengamalkan sila Persatuan Indonesia. 

Berkomunikasi dengan teman, tetangga, dan saudara yang berbeda daerah dengan menggunakan bahasa Inonesia Ikut serta dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan pos kamling/ronda berkeliling di lingkungan sekitar. 

Memakai pakaian dan peralatan hidup yang merupakan produksi/buatan Indonesia. Bergaul dengan teman, tetangga, dan orang lain tanpa membedakan suku, ras, dan adat istiadat. 

4. Contoh sikap mengamalkan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 

Melaksanakan setiap hasil keputusan musyawah bersama dengan penuh rasa tanggung jawab. Menghargai teman, saudara, tetangga ataupun orang lain yang sedang berbicara maupun menyampaikan usul pada saat musyawarah.

Melaksanakan pemilihan ketua RT maupun ketua RW dengan cara musyawarah mufakat. Tidak memaksakan keinginan maupun kehendak kepada teman, tetangga, dan saudara ketika rapat maupun musyawarah.

5. Contoh sikap mengamalkan sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Membantu teman, saudara, tetangga, dan orang lain yang sedang mengalami musibah bencana alam, seperti gempa, tanah longsor, dan banjir.Tidak melakukan perbuatan yang merusak kepentingan umum seperti mencorat-coret tembok dengan cat.

Ikut serta dan terlibat dalam kegiatan gotong-royong/kerja bakti dan membersihkan lingkungan sekitar.  Menghargai hak-hak teman, tetangga, saudara dan orang lain dengan cara tidak mengganggu hak orang lain seperti tidak membunyikan radio keras-keras padahal tetangga sedang sakit.

Untuk menguji pemahaman anda tentang artikel ini, silakan mencoba menjawab soal soal di bawah ini.

Soal Latihan Uji Pemahaman

A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D.
1. Lambang negara Indonesia adalah ...
a. Garuda Pancasila
b. Bendera Merah Putih
c. Lagu Indonesia Raya
d. Bahasa Indonesia

2. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dalam perisai Burung Garuda disimbolkan dengan ...
a. Rantai
b. Pohon Beringin
c. Kepala Banteng
d. Padi dan Kapas

3. Sikap yang harus kita lakukan terhadap hasil keputusan musyawarah mufakat jika tidak sesuai dengan keinginan kita adalah ...
a. Tidak melaksanakan karena tidak sesuai dengan keinginan kita
b. Tetap melaksanakan dengan penuh tanggung jawab
c. Tetap melaksanakan walaupun dengan hati kecewa
d. Tidak melaksanakannya dengan senang hati

4. Tetangga saudara membunyikan radio keras-keras padahal tetangga sebelah rumah sedang sakit. Sikap yang akan saudara lakukan adalah ...
a. Diam saja karena saudara tidak merasa terganggu
b. Menutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat
c. Menasehati tetangga dengan sopan
d. Ikut membunyikan radio keras-keras

5. Gambar rantai pada perisai yang terdapat pada Burung Garuda merupakan perwujudan dasar dari Pancasila yaitu sila ...
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

6. Makna simbol padi dan kapas dalam Pancasila adalah ...
a. Persatuan dan kesatuan
b. Tenaga Pembangunan
c. Kekuatan bangsa
d. Kemakmuran dan kesejahteraan

7. Di bawah ini yang bukan merupakan sikap pengamalan dari sila-sila Pancasila adalah ...
a. Tidak memaksakan pendapat kepada orang lain
b. Menggunakan produksi dalam negeri
c. Saling menghormati dengan sesama daerah saja
d. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama

8. Ketika sedang berjalan-jalan, di tengah-tengah jalan saudara menemukan dompet dan berisi uang dengan jumlah yang cukup banyak. Sikap apa yang akan saudara lakukan ...
a. Mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya
b. Tidak diambil dan pura-pura tidak tahu
c. Mengambil dompet dan menyimpannya terus
d. Menyingkirkan dompet dari tengah jalan

9. Bunyi ketiga sila Pancasila adalah ...
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

10. Ketika dilingkungan saudara dilaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan,
sikap yang seharusnya saudara lakukan adalah ...
a. Pura-pura tidak tahu
b. Tidur-tiduran dirumah saja
c. Melihat kerja bakti kemudian pergi
d. Ikut serta bersama-sama kerja bakti

B. Uraian: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar.
1. Sebutkan pengertian dari Pancasila sebagai Dasar Negara!
2. Sebutkan apa yang akan saudara lakukan jika mendengar ada tetanga yang rumahnya terbakar?
3. Mengapa kita tidak diperbolehkan memaksakan kehendak kepada orang lain?
4. Sebutkan 3 contoh sikap yang merupakan pengamalan sila kedua dari sila Pancasila?
5. Tuliskan bunyi sila-sila Pancasila secara berurutan! [ Lihat Jawaban]
Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar