Perilaku Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari


Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku, seharusnya didasari oleh kesadaran yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang, bukan karena paksaan dari luar, seperti takut pada sanksi hukum, atau takut karena ada yang mengawasi yaitu pihak yang berwajib. Kesadaran hukum masyarakat akan berkembang jika keadilan dalam penerapan hukum diutamakan. Penegakan hukum yang menjamin keadilan, dan kepastian, akan berdampak timbulnya rasa aman, dan terlindunginya hak-hak asasi manusia secara menyeluruh. 
Perilaku Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari
Warga negara yang baik menyadari pentingnya norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk dapat hidup tenang, tenteram, dan bahagia kita harus tertib dan teratur. Su paya tertib dan teratur, diperlukan adanya aturan. Agar aturan-aturan berfungsi dengan baik, harus ditaati oleh seluruh warga masyarakat. Kesadaran diri seperti ini menumbuhkan ketaatan terhadap norma-norma. Kesadaran diri akan arti pentingnya norma, tujuan dan fungsi norma dalam kehidupan ber masyarakat, akan mendorong seseorang untuk terbiasa mematuhi norma-norma yang berlaku. Kesadaran diri untuk patuh pada norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat ha rus dibiasakan sejak dini agar tumbuh dan berkembang hingga menjadi budaya, yaitu budaya tertib

Perilaku Taat Norma

Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dimuat dalam berita di atas, masih banyak ditemukan perilaku tidak taat terhadap norma. Ada beberapa penyebab kesadaran untuk taat pada norma-norma dalam kehidupan sehari-hari masih relatif rendah. Rendahnya kesadaran untuk patuh pada norma-norma yang berlaku tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah faktor pribadi dan lingkungan.

  • Faktor pribadi, yaitu berkaitan dengan sifat dan karakter pribadi seseorang (faktor dari dalam diri sendiri) yang belum memiliki kesadaran untuk menaati aturan. 
  • Faktor lingkungan, yaitu pengaruh dari lingkungan baik keluarga maupun masyarakat yang belum memberikan daya dukung terhadap pembentukan karakter taat pada norma. 
Misalnya, karena kurangnya perhatian dari orangtua, pergaulan dengan teman sebaya yang perilakunya kurang baik, tidak tertib, tidak taat norma, atau bahkan karena tidak adanya keteladanan dari orang tua.

Tentu dengan mudah Anda dapat membedakan antara perilaku taat norma dan perilaku yang tidak sesuai norma-norma. Jika seseorang sejak kecil terbiasa melakukan tindakan yang tidak sesuai norma (walaupun bukan atas kemauannya sendiri), namun ketika tumbuh menjadi remaja, dan kemudian dewasa ia akan memiliki pandangan yang bisa keliru. 

Bisa terjadi ia memiliki pandangan bahwa “perilaku yang tidak sesuai norma, itu diperbolehkan karena dulu waktu kecil orang tuanya juga melakukan hal yang sama”. Atau ia akan terbiasa untuk tidak menghormati aturan dan norma-norma yang berlaku. Jika Anda adalah orang tua dari anak-anak, lakukan refl eksi diri apakah Anda sudah memberikan teladan yang baik, dengan membina budaya taat norma pada anak-anak Anda, atau sebaliknya. 

Jika Anda adalah remaja atau orang dewasa, Anda juga harus melakukan refl eksi diri, sudahkah Anda berkontribusi dalam mewujudkan keadilan masyarakat dengan taat pada norma-norma, atau Anda cenderung mengabaikan keberadaan norma-norma tersebut.
Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar